Beranda > Uncategorized > Musik Ma Ga Ba Tha Nga ?

Musik Ma Ga Ba Tha Nga ?

Kali ini deepBeyond on akan mengajak anda menyelami satu jenis musik yang menenggelam-kan saya secara total.

Tapi sebelum menguraikan lebih lanjut mengenai musik dimana saya tenggelam didalamnya, saya merasa perlu menjelaskan mengapa saya mengangkat tentang musik kepada anda semua.

Pasti anda semua sudah ketahui tentang bunyi/suara, yaitu alat/bentuk komunikasi universal yang telah dipergunakan manusia bahkan mahluk lainnya, sejak jaman purba. Dan ‘musik’ adalah salah satu bentuk improvisasi/inovasi suara, yg masih membawa sifat2 universalnya.

Dalam penulisan ini, saya membatasi suara dalam ’spektrum pendengaran’ kita pada umumnya. Mengapa saya membuat batasan ini, karena bunyi/suara konon memiliki dimensi lain, yaitu ‘dimensi mistik’, yang memiliki daya-gaib.

 

Baik kembali pada judul diatas, ceritanya begini:

Musik ini mulai saya dengar melalui radio sejak akhir dekade 1950an, dan sejak th.1962 mulai betul2 tenggelam setelah menonton sebuah film yg menampilkan musisi2 manca-negara kelas-atas musik jenis ini.

Diawal dekade 1970an, musisi2 Nusantara yg membentuk grup bernama ‘Indonesian All-Stars’ menggemparkan dunia Internasional, setelah mengikuti Festival-Internasional di Eropa dengan membawakan lagu2 daerah-Nusantara yang dikemas dalam deepBeat musik jenis ini.

Sebelum melanjutkan, ijinkan saya sejenak mengikuti krenteg batin yg mendesak untuk menambahkan tulisan khusus mengenang para personil grup ‘Indonesian All-Stars’ yang karya2nya telah dikagumi bahkan menggemparkan khalayak dunia internasional.

Saya sampaikan apresiasi dan rasa hormat & kagum kepada para musisi ‘Indonesian All-Stars’ baik langsung/para keluarga masing2. Anda-semua tlh. mengukir sejarah Mengharumkan Nama Bangsa NKRI dijalur musik.

Namun sangat-sangat disayangkan kita semua khususnya para Musisi Generasi Muda, tidak dapat menikmati karya-musik monumental tsb. Hal ini disebabkan bahwa pemegang ‘royalty’ karya musik tadi bukan di/pihak Indonesia, tapi diluar-negeri.

Semoga Blog ini terbaca oleh pihak ‘pemegang-royalty’, sehingga kita sebagai ‘pemegang hak waris(heritage)’ bisa memperoleh harta warisan tak ternilai dan dapat menikmati sambil mengenang karya-musik-monumental’ tsb.

 

Baiklah saya kembali pada alur penulisan semula…

Sampai detik2 penulisan artikel ini genap sudah 50-tahun saya menikmati ketenggelaman diri saya dalam deepBeat musik ini. Makin tenggelam dan makin tenggelam, bahkan setelah saya makin dalam menyelam, sekitar paruh kedua dekade 1990an, perangkat deepBeyond saya mulai menemukan beberapa inti/makna dikedalaman deepBeat musik ini.

Apa saja inti/makna tsb., akan saya paparkan dlm uraian spt. berikut :

  1. pada setiap mendengar musik jenis ini, saya rasakan adanya kebersamaan yg penuh, baik tanggung-jawab maupun toleransi antar musisi. Kalau boleh saya ungkapkan “Dinamika dlm Harmoni Kebersamaan serta Kebersamaan dlm Harmoni Dinamika”; (ungkapan ini kalau terbaca teman2 dari daerah Tapanuli pasti komentarnya spt. ini : -buaah… apa pula maksud kau bikin kalimat ruwét bégitu- he..he.. Horas bah, Na Sonang Duo Hita).
  2. ada kebebasan dalam penggunaan alat-musik, apakah alat musik-tradisional(pentatonik/perkusi) dipadukan dg. alat-musik modern(diatonik/elektronik) yg ditampilkan bersama dlm satu pentas pagelaran, dan tetap bisa menyajikan harmonisasi unik dan menghanyutkan;
  3. mampu menampilkan lagu tradisional maupun jenis klasik, yg dikemas dlm improvisasi ‘unik’;
  4. jenis musik ini dapat(mungkin lebih-baik) dipergelarkan oleh jumlah musisi yg sedikit, misal (3 – 5)orang atau bahkan cukup 2-orang saja;
  5. musik ini memang beroperasi dikedalaman batin dan intuisi, sehingga para musisi yang bermain, terserap masuk kedalamnya. Makin dalam makin hening dan akhirnya mampu mendengar/merasakan detak-jantungnya sendiri serta nada2 yg tidak bersuara/tidak terdengar;
  6. didalam wilayah batin yg inuitif ini, para musisi memperoleh kebebasan & spontanitas memilih nada2, yg kita kenal dg ‘improvisasi’;
  7. melalui kebebasan ber-improvisasi, tidak jarang para musisi jenis musik ini mentransfer suara2 gemericik-air, kerisik-daun diterpa angin, kicau-burung, atau desah kereta-api uap, kedalam improvisasi nada2 suara;
  8. selain dari semua itu, tidak jarang dalam permainannya, terjadi semacam ‘dialog’ antar musisi melalui alat-musiknya masing2;
  9. dari hasil pengamatan selama 50-tahun, jenis musik ini tidak pernah menjadi Trend aliran musik yg katakanlah gegap-gempita/meledak, namun Tetap-Ada bahkan terjadi alih-generasi para musisinya;

Itulah beberapa kesimpulan yg dapat saya rangkum dari pengalaman ketenggelaman saya dlm musik jenis ini.

 

Baiklah sebagaimana biasa, pada bagian akhir penulisan, saya akan mengajak anda memasuki inti-bahasan spt. berikut:

  • “Dinamika dlm Harmoni Kebersamaan serta Kebersamaan dlm Harmoni Dinamika”.
  • Dg landasan ini, paling tidak ada 2-fenomena yg menonjol:> pada setiap mementaskan sebuah komposisi lagu, masing2 musisi secara bergantian mendapat kesempatan sebagai pemain-utama/soloist; >boleh dikatakan hampir tidak-ada grup yg kental terutama pada jalur ‘main-stream’ musik ini. Artinya tiap musisi bisa menjadi pemain dlm grup yg lain atau bahkan secara spontan membentuk komposisi- pemain/grup pada saat menjelang pentas dan kita hampir tidak bisa menyebutkan pimpinan grup-ini adalah si-anu;
  • kemampuan merasakan detak-jantung, para musisi ‘bebas’ menentukan kecepatan tempo ritmik maupun deepBeatnya dengan melakukan pembagian/perkalian detak-jantung sbg metronomnya, dan lebih uniknya tiap musisi bebas/bisa memilih metronomnya sendiri2, tanpa mengganggu Harmoni-Kebersamaan malah justru meningkatkan Dinamika; [Catatan: detak-jantung normal adalah antara (70~90)bpm].
  • kemampuan/sensitifitas mendeteksi ‘nada2 yg tidak bersuara’(celah-tempo), para musisi ini dg kebebasan-intuitifnya mengisi-celah2 tsb(fill-in) dg nada2 pilihannya, dan tidak-jarang melakukan kebalikannya(fill-out);
  • melalui kebebasan intuitifnya menghasilkan improvisasi-komposisi yg asli/spontan dan tiap instrumen-musik bisa berperan maksimal serta sangat fungsional. Boleh dikatakan tidak terdengar adanya tumpang tindih suara antar instrumen;
  • sebagaimana telah saya singgung diatas bahwa improvisasi-komposisinya sering mentransfer suara2 kicau-burung, rintik2-air, gemerisik-daun, melakukan dialog antar instrumen dsb2nya, hingga secara pribadi menamakan musik ini sbg. “Nada-Kehidupan”
  • bahwa musik jenis ini tidak pernah menjadi Trend aliran-musik tapi tetap-ada, saya malah membayangkan “Garam”;
  • seperti sdh saya tulis diatas, kebebasan(bukan kebablasan) dalam memadukan alat musik tradisi(pentatonik) dan alat musik ‘alternatif’/modern(diatonik) tanpa kehilangan bahkan meningkatkan Harmoni- Dinamikanya, dapat juga saya namakan ‘musik CaRaKa’ atau Paradoks. Nama ini saya angkat atas dasar pandangan dari kalangan tertentu yg menganggap pentatonik dan diatonik adalah dua-kutub(polarisasi) yg berbeda. Itu tadi dua-nama dari sudut pandang saya pribadi, dan apabila ada nama2 lain dari anda ya monggo silahkan MA GA BA THA NGA…

Dinamika dalam Harmoni Kebersamaan….. serta

Kebersamaan dalam Harmoni Dinamika…..

Terjadilah ‘penyatuan-paradoks’… CA RA KA…

 

Sebagai penutup tulisan ini, perkenankan saya menyampaikan beberapa hal yg rasanya penting bahkan ’sangat-penting’ utk. kita jadikan butir-butir renungan bersama yg selanjutnya kita jadikan acuan-semangat dalam langkah-tindak kita se-hari2, seperti berikut:

* musik MA GA BA THA NGA

perlu kita gali & tonjolkan nilai/unsur tradisinya serta kita tumbuh-kembangkan dipersada Bhumi-Nusantara;

* kalangan GENERASI-PENERUS-BANGSA perlu diberi kesempatan seluas mungkin berperan-aktif menumbuh-kembangkan nilai/unsur TRADISI Tanpa rasa malu/rendah-diri. Karena… tradisi lahir dari Harmoni… dari tradisi kita temukan jati-diri/titah-diri/fitrah-diri…, tradisi melindungi/menyelamatkan kita dari monster SECOND-OPINION/HOLLOW-COURSE…

* NKRI kaya dengan alat- musik-tradisi….. juga lagu-lagu tradisi-daerah. Kita pemegang ‘Hak-Waris’ semuanya…

Gegap-gempitakan Zamrud-Khatulistiwa dg lagu & musik tradisi…

-bungong-jeumpa, lisoi,injit2-semut, es-lilin, jaranan, ampar2-pisang, meong2, anging-mamiri, esamokan, ole-sio, lémbé- lémbé, dst., dst.,-

Lahirkan… ‘Batuan-Etnik‘2 yg lain…’Krakatau‘2 yg lain…

* dari..seni, lahir..harmoni,

dari..harmoni, lahir..tradisi,

dari..tradisi, kita temukan jati-diri..,fitrah/titah-diri…

* dg jati-diri..kita masuki kesadaran -SANGKAN PARANING DUMADI-… menuju kemanunggalan dg <HYANG MURBENG DUMADI>…….

 

 

Rahayu…

_______

 

selanjutnya..TANAMAN

Categories: Uncategorized
  1. kangBoed
    17 April 2009 pukul 11:41 pm | #1

    suara desir suara angin dikeheningan yang telah meliputi dalam hidup dan kehidupan yang menyuarakan nyanyian alam kesejatian, tak pernah putus terus mengalir melahirkan hening cipta hening rasa dan hening karsa…………… santaaaaaaaaaaaai membuat hidup tambah hidup dan makin hiduuuup.. hmm…
    Salam Sayaaaaaaaaaaang

  1. Belum ada trackback.