AJI SAKA
Merealisasikan apa yg sdh saya singgung dlm SANGKAN PARANING DUMADI di ‘dBo911’s Blog’, kali ini saya mulai penulisan tentang tokoh legendaris-mistis pulau Jawa ‘AJI SAKA‘.
- Siapakah sebenarnya…….
- Asal usul(SANGKAN)nya darimana…….
- Apa kaitannya dg Kalender (Jawa) Saka, yg selisih 78th. lebih-muda dari kalender Masehi, namun dilengkapi hari-Pasaran, Mangsa(musim), Pawukon dsb. …
_______
Berbagai penulisan dari berbagai sudut-pandang sudah saya simak.
Beberapa sudut-pandang penulisan akan saya cuplik/sajikan disini, sebagai rujukan-utama uraian saya, yg ringkas-ceritanya seperti berikut,
Pertama:
~’Aji Saka’ adalah seorang pangeran/putera-raja dari Negeri-India datang di Tanah-Jawa menuju Kerajaan ‘Medang-Kamulan’ yg dipimpin oleh seorang raja yg ‘kejam dan lalim’, bergelar Prabu Dewata Cengkar.
‘Aji-Saka’ diiringi dua pengawalnya mempunyai tugas menghentikan kekejaman Prabu Dewata Cengkar, yg konon ‘gemar memakan daging manusia’.
Setelah mempersiapkan segalanya di ‘pulau Majethi’, berangkatlah Aji Saka sendirian guna menemui Prabu Dewata Cengkar. Sementara kedua pengawalnya diperintahkan untuk tetap menunggu/tinggal dan diberi tugas menjaga keris-pusaka disertai pesan tidak boleh diserahkan kpd siapapun kecuali Aji- Saka sendiri.
Singkat cerita, ‘Aji Saka’ berhasil membunuh sang raja, dan Aji-Saka naik-tahta menggantikan sbg raja.
Setelah lama menunggu, akhirnya kedua pengawal mendengar bahwa ‘Aji-Saka’ telah naik-tahta sebagai raja di ‘Medang-Kamulan’. Selaku pengawal yg sangat setia, yg satu ingin segera mengabdi keistana namun yg satu ingin tetap menjaga keris-pusaka. Mereka bertengkar dan berkelahi, dan akhirnya mereka berdua mati.
‘Aji-Saka’ sangat menyesal dan sedih atas peristiwa tersebut, kemudian guna mengenang keduanya, Aji-Saka menyusun sebuah ‘kakawin’ yg kita kenal sampai sekarang sebagai cikal bakal aksara Jawa ‘HA NA CA RA KA’.
Demikian ringkas-cerita legenda/mithos dari salah satu versi.
Kedua:
Ringkas-cerita spt.berikut: secara garis-besar sama, disini diceritakan ‘Aji Saka’ diiringi empat orang pengawal. Dua pengawal ikut mendampingi ‘Aji Saka’ menuju kerajaan ‘Medang Kamulan’, sementara dua pengawal lainnya tetap tinggal di ‘pulau Majethi’ dengan mengemban tugas persis sama dengan cerita versi pertama. Bahkan kelanjutan maupun akhir cerita juga persis sama, yaitu ‘Aji Saka’ menulis ‘kakawin’ Ha Na Ca Ra Ka.
Cerita2 lainnya yang mempunyai kaitan dg ‘Aji Saka’ antara lain, bahwa dia seorang Pangeran dari Kerajaan Pallawa di India selatan, yang telah mengalahkan suku Saka.
Saya sendiri mulai agak malas meneruskan cuplikan cerita yang menurut saya mulai terlihat kejanggalan2nya.
_______
Jadi perkenankan saya langsung mengajak anda menuju apa yg saya sebut Kejanggalan-Kejanggalan, sbb.:
- Alur-waktu(Time Line) didalam semua cerita tidak dicantumkan secara jelas, misal kehadiran kerajaan Medang Kamulan itu dari th. berapa(?) s/d th. berapa(?) dan silsilah raja2 yg pernah memerintah siapa saja; TIDAK-JELAS.
- Bekas-bekas peninggalan yg menunjukkan keberadaan/lokasi kerajaan Medang-Kamulan, TIDAK-ADA.
- Berdasar butir 1/. dan 2/., cerita tentang ‘KEKEJAMAN’ Prabu Dewata-Cengkar yg ‘GEMAR MENYANTAP DAGING MANUSIA’ menurut saya menjadi SANGAT-ANEH.
- Asal-usul tokoh Aji Saka yg diceritakan dari India selatan datang ke p. Jawa akhirnya juga TIDAK-JELAS dan SANGAT-ANEH;
Berdasar pada 4-butir inti-sari cuplikan cerita Aji Saka tsb. diatas, timbul pertanyaan dalamBatin saya ‘Apa dampak yg dapat dihasilkan dari cerita tsb (& cerita sejenis lainnya), Apa tujuannya, Apa daya-gunanya dan akhirnya Siapa yang memetik/memperoleh hasil-guna dari ‘penyebaran’ cerita tsb.
Terus terang pertanyaan2 diatas saya sajikan terutama, ya TERUTAMA untuk generasi-muda, GENERASI-PENERUS-BANGSA AGAR BERPIKIR KRITIS, CERDAS. Mampu memilah/memilih/mengambil inti-sari dari suatu informasi, apakah ini ‘SECOND-OPINION’, sumbernya darimana, apa ada maksud/tujuan tersembunyi, DAYA/HASIL guna yg akan/dapat diperoleh apa, apakah cerita tsb. merupakan isapan-jempol/pepesan-kosong(HOLLOW-COURSE).
Saya kira cukup penting, bahwa para GENERASI-PENERUS-BANGSA perlu mulai mengembangkan ‘Pola-Pikir-Spekulatif’ seperti saya uraikan diatas. ‘Spekulatif’ dari perspektif Filosofis pengertiannya adalah memprediksi ’semua-kemungkinan’.
_______
Ijinkan saya menyampaikan Batasan/Definisi tentang Falsafah -maaf menurut serapan saya- adalah perangkat untuk ‘MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN MEMPERLUAS DAYA-JANGKAU BERPIKIR’, yang bertitik-tolak dari Dasar-Kesadaran bahwa Otak, baik secara materi maupun tata-letaknya yang sangat berdekatan/dikelilingi dg. Panca-Indra(hidung, kulit/rambut, mata, mulut/lidah dan telinga), semuanya adalah disain/ketetapan Hyang Murbeng Dumadi.
Sementara Ruang-Keilmuannya yaitu Filosofi adalah laksana Pintu-Gerbang serta Taman dari sebuah Ruang/Wilayah yang populer disebut Alam-Gaib.
Saya sendiri sangat-merasa belum mampu utk. masuk kedalamnya, karena Alam-Gaib adalah wilayah Dimensi yg jenjang/tingkatannya dimulai dari dimensi ke-4 yang terus sampai (mungkin) dimensi ke- 911 . Bila boleh dianalogikan dg perkuliahan akademik, mirip apa yg disebut ’semester’, mulai semester-4 terus sampai semester-911 .
Saya pernah mencoba memahami apa yang diuraikan dlm sebuah buku “ALAM PIKIRAN” karya alm. Dr. Paryana Suryadipura th. 1956 (Mantan Pemimpin Rumah-Sakit-Umum Pusat Semarang), yang menguraikan masalah dimensi, mulai dimensi 0=titik; dimensi 1=garis; dimensi 2=bidang; dimensi 3=ruang; dimensi 4= (kembali) titik. Dari sini, pd th. 1988 saya mencoba menyelam sampai dimensi 7=?!?(megap2).
_______
Kembali tentang bidang Falsafah/Filosofi, caranya saya kira cukup mudah, yaitu menggali,mengumpulkan dan mengutarakan berbagai-pertanyaan sebagaimana saya contohkan dalam uraian ‘Apa…..Siapa dBo 911 ’s Blog’ di http://dbo911.wordpress.com/
Dengan demikian GENERASI-PENERUS-BANGSA bisa menentukan ARAH/SIKAP YANG TEPAT termasuk sikap menerima (SECARA-BENAR) akan Titah/Fitrah dirinya Tanpa malu dan rasa-takut, dalam langkah perjalanan dan MENJALANI(NGLAKONI/TIRAKAT) KELANJUTAN-PEMBANGUNAN ‘Zamrud-Khatulistiwa’ agar menjadi benar-benar ‘NKRI’.
Celakanya memang sikap ini dari kaca-mata ‘Budaya-Instant-Materialistis’ sangat tidak populer bahkan dianggap kontraproduktif.
Tapi penting saya sisipkan disini apa yg pernah saya lakukan yaitu bhw. sejak th. 1990 saya mulai intens mencari benih Pohon Kolang-Kaling, ya…benih Pohon Kolang-Kaling dari jenis khusus yang begitu ditanam, secara tiba2(instant) berbuah-berlian. Sampai saat ini Belum-Menemukan. Akhirnya saya mulai sadar, jangan2 informasi yang saya terima adalah jenis ISAPAN-JEMPOL alias HOLLOW-COURSE.
_______
Baik saya sampai pada bagian akhir dari cerita Aji Saka, yaitu mengajak anda untuk mencoba memilah/memilih, mencari inti-sari/makna yg ada didalamnya, serta menentukan mana yang Baik Untuk terus diTumbuh-Kembangkan dan mana yg hrs dibuang karena masuk dalam category Isapan-Jempol alias HOLLOW-COURSE. Mari satu-persatu kita susun:
- Kerajaan Medang-Kamulan adalah ISAPAN-JEMPOL;
- Raja Dewata-Cengkar, Bengis/Kejam, Gemar Memakan Manusia, juga category ISAPAN-JEMPOL BESAAR HOLLOW-COURSE…;
- Asal-usul Aji Saka dari India selatan, juga ISAPAN-JEMPOL;
- Tentang ‘Siapa’ Aji Saka, menurut saya jelas Aji Saka adalah ‘trah’ Manusia-Jawa (Java Man), namun apabila banyak dari kita lebih setuju utk. sementara masuk ‘Wilayah Abu-abu’ sumonggo untuk kita gali terus;
- Kajian dari terminologi bahasa, Aji=japa-mantra/pamuji/sangat-bernilai/utama, sedangkan Saka= dari/tiang;
- Kaitannya dengan Kalender-Saka, saya menyimpulkan Aji Saka jauh mendahului, mungkin ratusan-tahun setelah manusia bisa baca-tulis baru kemudian menciptakan kalender;
- Yang terakhir mengenai kakawin/serat Ha Na Ca Ra Ka yg kita warisi, (yg kandungan maknanya mampu menyingkap/menggambarkan seluruh isi Jagat-Ageng(Makro-Kosmos, ref.: SANGKAN PARANING DUMADI di http://dbo911.wordpress.com/), perlu dan PENTING diURI-URI dan diTumbuh-Kembangkan serta lebih diperkenalkan dalam arena/dunia Internasional…(silahkan anda klik: http://wiedjaya.wordpress.com/ ‘BAHASA BAHASA NUSANTARA INDUK DARI BAHASA SANSEKERTA’
_______
Untuk episode Aji Saka sementara saya cukupkan sampai disini dg. harapan semoga dapat menjadi setetes ‘Air Bening Dingin’ bagi kita semua, khususnya GENERASI-PENERUS-BANGSA…
Semoga Hyang Murbeng Dumadi tansah Paring Karahayon…….
Rahayu…
____________
selanjutnya… Musik MAGABATHANGA?
ada satu benang merah dari cerita2 seperti Aji Saka.
ada main role *halah apa tho kuwi* suatu model penokohan tentang kebaikan yang datang untuk mengalahkan kejahatan.
bisa dicermati dalam Ramayana Rama ngluruk ke Alengka menumpas Rahwana
Mahabharata Pandawa dengan Kurawa
Yesus dengan Herodes, Dosa Asal & penjajahan Romawi
terima kasih telah berkunjung, mas tomy
tentang karya Aji Saka,saya coba terapkan dalam cakupan fenomena Alam-Semesta, ternyata Pas.
Paradoks yg saling berinteraksi…
silahkan baca uraian saya pd SANGKAN PARANING DUMADI.
Mengenai ‘Dosa Asal’, saya coba ‘Siratkan’ dlm uraian PENCIPTAAN ADAM, &
justru dari sini, mudah2an saya boleh membuat kalimat ‘kesimpulan’ sbb.: KEJAHATAN DATANG UNTUK MERUSAK KEBAIKAN,
jatuhlah Adam kebumi
Mari kita renungi bersama, tentang Kekuatan Dampak Psikologis dari PERMAINAN, ya ’sekedar’ PERMAINAN susunan tata-letak kata/ucap dalam kalimat informasi….
Sekali lagi mari kita renungi bersama…
Rahayu…
Nuwun sewu Eyang, mengenai Pawukon, menurut salah satu kenalan saya yang juga konsen mengenai jati diri bangsa ini mempunyai sebuah pendapat yang menurut saya diuraikan secara ilmiah (tulisan berseri mengenai Pawukon ini saya publikasikan disini — http://wiedjaya.wordpress.com/2008/01/09/menggali-kebudayaan-lokal-sejarah-pawukon/ –, bahwa ilmu mengenai Pawukon ini tersirat di dalam Kitab Pustoko Rojo Purwo gubahan Ronggowarsito.
Singkatnya, menurut hitungan berdasarkan ilmu astronomi, umur Pawukon kurang lebih sudah 17.000 tahun. Saya sendiri awam mengenai hal-hal seperti ini, hanya dikarenakan mempunyai ketertarikan pada hal yang sama, saya mencoba men-”share”, dengan harapan ada pendapat dari yang lebih berkompeten.
Yth.Kidimas Wied…
Ngaturaken agunging panuwun…sampun paring pepeling
Memang Blog panjenengan, menjadi salah satu sumber referensi utama dalam beberapa tulisan saya…
Semoga kita selalu bergandeng-tangan dalam upaya Merestorasi Mosaik Nuswantara Kertagama Raharja Indonesia….
Sekali lagi matur nuwun…
Rahayu ing Karaharjan
nuwun sewu …
soal cerita aji saka memang bener2 bikin gemes kalangan muda jawa, lha wong tinggal bilang “jawa diserbu india” gitu aja kok malah pake ditambah2in “raja jawa suka makan orang”…. emang wong jowo turunan kanibal po piye..? hehehehe … ngapunten lho pak
saya menilai penulisan cerita aji saka lebih bermuatan politis ktimbang spiritual (kebaikan-keburukan).. demi melanggengkan sebuah kekuasaan di pulau yg gemah ripah loh jinawi ini …
salam,
itong
@ Yth. Mas Itong,
Maaf agak lambat merespons,
Terimakasih atas kunjungannya serta koment yang cerdas, semoga menebarkan getar kepada para generasi muda yang lain…
Tulisan Aji Saka ini saya simpulkan dari berbagai sumber, yang saya merasa kesimpulan saya masih perlu koreksi disana-sini.
Saya persilahkan share disini, guna saling berbagi diantara kita semua demi mempertajam daya analisa thd fenomena/informasi/kejadian dsb.
Dan yang terpenting kita selalu bergandeng tangan, saling asah/asih/asuh demi Kejayaan NKRI…
Rahayu…Karaharjan